Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Sejarah Pencak Silat


Pencak Silat sebagai bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia berkembang sejalan dengan sejarah masyarakat Indonesia. Dengan aneka ragam situasi geografis dan etnologis serta perkembangan zaman yang dialami oleh bangsa Indonesia, Pencak Silat dibentuk oleh situasi dan kondisinya. Kini Pencak Silat kita kenal dengan wujud dan corak yang beraneka ragam, namun mempunyai aspek-aspek yang sama. Pencak Silat merupakan unsur-unsur kepribadian bangsa Indonesia yang dimiliki dari hasil budi daya yang turun temurun. Sampai saat ini belum ada naskah atau himmpunan mengenai sejarah pembelaan diri bangsa Indonesia yang disusun secara alamiah dan dapat dipertanggung jawabkan serta menjadi sumber bagi pengembangan yang lebih teratur. Hanya secara turun temurun dan bersifat pribadi atau kelompok latar belakang dan sejarah pembelaan diri inti dituturkan. Sifat-sifat ketertutupan karena dibentuk oleh zaman penjajahan di masa lalu merupakan hambatan pengembangan di mana kini kita yang menuntut keterbukaan dan pemassalan yang lebih luas. Sejarah perkembangan Pencak Silat secara selintas dapat dibagi dalam kurun waktu :

a. Perkembangan sebelum zaman penjajahan Belanda
b. Perkembangan pada zaman penjajahan Belanda
c. Perkembangan pada zaman penjajahan Jepang
d. Perkembangan pada zaman kemerdekaan

A. Perkembangan pada zaman sebelum penjajahan Belanda

Nenek moyang kita telah mempunyai peradaban yang tinggi, sehingga dapat berkembang menjadi rumpun bangsa yang maju. Daerah-daerah dan pulau-pulau yang dihuni berkembnag menjadi masyarakat dengan tata pemerintahan dan kehidupan yang teratur. Tata pembelaan diri di zaman tersebut yang terutama didasarkan kepada kemampuan pribadi yang tinggi, merupakan dasar dari sistem pembelaan diri, baik dalam menghadapi perjuangan hidup maupun dalam pembelaan berkelompok.

Para ahli pembelaan diri dan pendekar mendapat tempat yang tinggi di masyarakat. Begitu pula para empu yang membuat senjata pribadi yagn ampuh seperti keris, tombak dan senjata khusus. Pasukan yang kuat di zaman Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit serta kerajaan lainnya di masa itu terdiri dari prajurit-prajurit yang mempunyai keterampilan pembelaan diri individual yang tinggi. Pemukupan jiwa keprajuritan dan kesatriaan selalu diberikan untuk mencapai keunggulan dalam ilmu pembelaan diri. Untuk menjadi prajurit atau pendekar diperulan syarat-syarat dan latihan yang mendalam di bawah bimbingan seorang guru. Pada masa perkembangan agama Islam ilmu pembelaan diri dipupuk bersama ajaran kerohanian. Sehingga basis-basis agama Islam terkenal dengan ketinggian ilmu bela dirinya. Jelaslah, bahwa sejak zaman sebelum penjajahan Belanda kita telah mempunyai sistem pembelaan diri yang sesuai dengan sifat dan pembawaan bangsa Indonesia.



B. Perkembangan Pencak Silat pada zaman penjajahan Belanda

Suatu pemerintahan asing yang berkuasa di suatu negeri jarang sekali memberi perhatian kepada pandangan hidup bangsa yang diperintah. Pemerintah Belandan tidak memberi kesempatan perkembangan Pencak Silat atau pembelaan diri Nasional, karena dipandang berbahaya terhadap kelangsungan penjajahannya. Larangan berlatih bela diri diadakan bahkan larangan untuk berkumpul dan berkelompok. Sehingga perkembangan kehidupan Pencak Silat atau pembelaan diri bangsa Indonesia yang dulu berakar kuat menjadi kehilangan pijakan kehidupannya. Hanya dengan sembunyi-sembunyi dan oleh kelompok-kelompok kecil Pencak Silat dipertahankan. Kesempatan-kesempatan yang dijinkan hanyalah berupa pengembangan seni atau kesenian semata-mata masih digunakan di beberapa daerah, yang menjurus pada suatu pertunjukan atau upacara saja. Hakekat jiwa dan semangat pembelaan diri tidak sepenuhnya dapat berkembang. Pengaruh dari penekanan di zaman penjajahan Belanda ini banyak mewarnai perkembangan Pencak Silat untuk masa sesudahnya.

C. Perkembangan Pencak Silat pada pendudukan Jepang

Politik Jepang terhadap bangsa yang diduduki berlainan dengan politik Belanda. Terhadap Pencak Silat sebagai ilmu Nasional didorong dan dikembangkan untuk kepentingan Jepang sendiri, dengan mengobarkan semangat pertahanan menghadapi sekutu. Di mana-mana atas anjuran Shimitsu diadakan pemusatan tenaga aliran Pencak Silat. Di seluruh Jawa serentak didirkan gerakan Pencak Silat yang diatur oleh Pemerintah. Di Jakarta pada waktu itu telah diciptakan oleh para pembina Pencak Silat suatu olarhaga berdasarkan Pencak Silat, yang diusulkan untuk dipakai sebagai gerakan olahraga pada tiap-tiap pagi di sekolah-sekolah. Usul itu ditolak oleh Shimitsu karena khawatir akan mendesak Taysho, Jepang. Sekalipun Jepang memberikan kesempatan kepada kita untuk menghidupkan unsur-unsur warisan kebesaran bangsa kita, tujuannya adalah untuk mempergunakan semangat yang diduga akan berkobar lagi demi kepentingan Jepang sendiri bukan untuk kepentingan Nasional kita.

Namun kita akui, ada juga keuntungan yang kita peroleh dari zaman itu. Kita mulai insaf lagi akan keharusan mengembalikan ilmu Pencak Silat pada tempat yang semula didudukinya dalam masyarakat kita.

D. Perkembangan Pencak Silat pada Zaman Kemerdekaan

Walaupun di masa penjajahan Belanda Pencak Silat tidak diberikan tempat untuk berkembang, tetapi masih banyak para pemuda yang mempelajari dan mendalami melalui guru-guru Pencak Silat, atau secara turun-temurun di lingkungan keluarga. Jiwa dan semangat kebangkitan nasional semenjak Budi Utomo didirikan mencari unsur-unsur warisan budaya yang dapat dikembangkan sebagai identitas Nasional. Melalui Panitia Persiapan Persatuan Pencak Silat Indonesia maka pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta terbentuklah IPSI yang diketuai oleh Mr. Wongsonegoro.

Program utama disamping mempersatukan aliran-aliran dan kalangan Pencak Silat di seluruh Indonesia, IPSI mengajukan program kepada Pemerintah untuk memasukan pelajaran Pencak Silat di sekolah-sekolah.

Usaha yang telah dirintis pada periode permulaan kepengurusan di tahun lima puluhan, yang kemudian kurang mendapat perhatian, mulai dirintis dengan diadakannya suatu Seminar Pencak Silat oleh Pemerintah pada tahun 1973 di Tugu, Bogor. Dalam Seminar ini pulalah dilakukan pengukuhan istilah bagi seni pembelaan diri bagnsa Indonesia dengan nama "Pencak Silat" yang merupakan kata majemuk. Di masa lalu tidak semua daerah di Indonesia menggunakan istilah Pencak Silat. Di beberapa daerah di jawa lazimnya digunakan nama Pencak sedangkan di Sumatera orang menyebut Silat. Sedang kata pencak sendiri dapat mempunyai arti khusus begitu juga dengan kata silat.

Pencak, dapat mempunyai pengertian gerak dasar bela diri, yang terikat pada peraturan dan digunakan dalam belajar, latihan dan pertunjukan.

Silat, mempunyai pengertian gerak bela diri yang sempurna, yang bersumber pada kerohanian yang suci murni, guna keselamatan diri atau kesejahteraan bersama, menghindarkan diri/ manusia dari bela diri atau bencana. Dewasa ini istilah pencak silat mengandung unsur-unsur olahraga, seni, bela diri dan kebatinan. Definisi pencak silat selengkapnya yang pernah dibuat PB. IPSI bersama BAKIN tahun 1975 adalah sebagai berikut :

"Pencak Silat adalah hasil budaya manusia Indonesia untuk membela/mempertahankan eksistensi (kemandirian) dan integritasnya (manunggalnya) terhadap lingkungan hidup/alam sekitarnya untuk mencapai keselarasan hidup guna meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Read more


Sejarah Kota Majalengka

JAMAN HINDU

Kerajaan Hindu di Talaga
Pemerintahan Batara Gunung Picung
Pada abad ke XIII Masehi, di Talaga berdiri sebuah kerajaan yang di perintah oleh raja yang bergelar Batara Gunung Picung. Batara Gunung Picung merupakan putra ke V dari Ratu Galuh yang bertahta di Ciamis.

Jika ditilik lebih jauh, baik Batara Gunung Picung maupun Ratu Galuh sebenarnya masih mempunyai silsilah darah dengan raja-raja yang bertahta di Pajajaran atau yang lebih dikenal dengan raja Siliwangi. Maka dari itu, seperti juga Pajajaran, kerajaan ini pun baik raja maupun rakyatnya sebagian besar menganut agama Hindu.

Meski kerajaan ini terbilang kecil (daerah kekuasaannya meliputi Talaga, Cikijing, Bantarujeg, Lemahsugi, dan sebagian Majalengka selatan) tapi sarana dan prasarana untuk menunjang kemakmuran rakyatnya terbilang cukup baik, hal ini terbukti dengan dibangunnya sarana jalan sepanjang lebih dari 25 KM yang membujur antara talaga sampai Salawangi, Cakrabuana, dan sarana irigasi di Cigawong untuk mengairi pertanian yang ada di daerah Cikijing.

Batara Gunung Picung yang memimpin tampuk kerajaan sekitar dua windu ini mempunyai 6 putra yaitu :

  • Sunan Cungkilak
  • Sunan Benda
  • Sunan Gombang
  • Ratu Panggongsong Ramahiyang
  • Prabu Darma Suci
  • Ratu Mayang Karuna


Akhir pemerintahannya kemudian dilanjutkan oleh Prabu Darma Suci.

Pemerintahan Prabu Darma Suci
Entah kenapa yang kemudian menggantikan Batara Gunung Picung sebagai raja bukannya putra pertama yang bernama Sunan Cungkilak, melainkan Prabu Darma Suci, portal cirebon sendiri belum tahu. Tapi yang pasti, pada masa pemerintahan raja yang berlangsung antara abad ke XIII ini agama hindu berkembang dengan sangat pesatnya. Bahkan karena kemashyuran hindu ini, Prabu Darma Suci pun dikenal luas hingga ke Sumatra, hal itu terbukti dari banyaknya pantun yang bercerita tentang banyaknya kunjungan tamu-tamu yang datang ke Talaga.

Pada abad ke XIIX Prabu Darma Suci wafat dan meninggalkan dua putra yaitu :
  • Bagawan Garasiang
  • Sunan Talaga Manggung


Pemerintahan Begawan Garasiang
Tahta untuk sementara dipangku oleh Begawan Garasiang, namun beliau sangat mementingkan Kehidupan Kepercayaan sehingga akhirnya tak lama kemudian tahta diserahkan kepada adiknya Sunan Talaga Manggung.

Tak banyak yang diketahui pada masa pemerintahan raja ini selain kepindahan beliau dari Talaga ke daerah Cihaur Maja.

Pemerintahan Sunan Talaga Manggung
Pada pemerintahan Sunan talaga Manggung Inilah, Kerajaan ini mencapai masa keemasannya. Pertanian, sastra dan agama berkembang pesat pada masa pemerintahan Sunan Talaga Manggung ini. Hubungan diplomatik pun terjalin cukup baik dengan kerajan-kerajaan tetangga hingga kerajaan yang cukup jauh seperti Majapahit dan Sriwijaya.

Sayangnya, kemashyuran yang dicapai oleh raja yang berputra dua orang yang masing-masing bernama Raden Pangrurah dan Ratu Simbarkencana ini membuat banyak orang mengincar tahtanya. Dan pada puncaknya beliau pun tewas akibat ditikam oleh Centang Barang suruhan dari Patih Palembang Gunung. Kemudian Palembang Gunung menggantikan Sunan Talaga Manggung dengan beristrikan Ratu Simbarkencana, anak kedua dari raja yang ditumbangkannya. Tidak beberapa lama kemudian Ratu Simbarkencana membunuh Palembang Gunung atas petunjuk hulubalang Citrasinga dengan tusuk konde sewaktu tidur.

Dengan tewasnya Palembang Gunung, maka Ratu Simba Kencana pun naik tahta dan kemudian menikah dengan turunan Panjalu bernama Raden Kusumalaya Ajar Kutamanggu dan dianugrahi 8 orang putera diantaranya yang terkenal sekali putera pertama Sunan Parung. Pemerintahan Ratu Simbarkencan

Pada masa pemerintahannya inilah agama islam mulai menyebar di Talaga yang dibawa oleh para santri dari Cirebon. Hal terpenting dari pemerintahannya adalah bahwa tahta pemerintahan waktu itu dipindahkan ke suatu daerah disebelah Utara Talaga bernama Walangsuji dekat kampung Buniasih.
Ratu Simbarkencana setelah wafat digantikan oleh puteranya Sunan Parung.

Pemerintahan Sunan Parung
Pemerintahan Sunan Parung tidak lama, hanya beberapa tahun saja.
Hal yang penting pada masa pemerintahannya adalah sudah adanya Perwakilan Pemerintahan yang disebut Dalem, antara lain ditempatkan di daerah Kulur, Sindangkasih, Jerokaso Maja.

Sunan Parung mempunyai puteri tunggal bernama Ratu Sunyalarang atau Ratu Parung.

Pemerintahan Ratu Sunyalarang
Karena berliau merupakan satu-satunya putri dari sunan Parung, maka selepas meninggalnya Sunan Parung, tampuk kerajaan pun berpindah ketangannya.
Sesaat setelah memegang tampuk kerajaan, beliau menikah dengan keturunan dari Pajajaran yang dikenal dengan nama Pucuk Umum.

Pada masa pemerintahannya Agama Islam sudah berkembang dengan pesat. Banyak rakyatnya yang memeluk aama tersebut hingga akhirnya baik Ratu Sunyalarang maupun Prabu Pucuk Umum memeluk Agama Islam. Agama Islam berpengaruh besar ke daerah-daerah kekuasaannya antara lain Maja, Rajagaluh dan Majalengka.

Prabu Pucuk Umum adalah Raja Talaga ke-2 yang memeluk Agama Islam. Hubungan pemerintahan Talaga dengan Cirebon maupun Kerajaan Pajajaran baik sekali. Sebagaimana diketahui Prabu Pucuk Umum adalah keturunan dari prabu Siliwangi karena dalam hal ini ayah beliau yang bernama Raden Munding Sari Ageng merupakan putera dari Prabu Siliwangi. Jadi pernikahan Prabu Pucuk Umum dengan Ratu Sunyalarang merupakan perkawinan keluarga dalam derajat ke-IV.
Hal terpenting pada masa pemerintahan Ratu Sunyalarang adalah Talaga menjadi pusat perdagangan di sebelah Selatan.

Pemerintahan Rangga Mantri atau Prabu Pucuk Umum
Dari pernikahan Raden Rangga Mantri dengan Ratu Parung (Ratu Sunyalarang) melahirkan 6 orang putera yaitu
Prabu Haurkuning
Sunan Wanaperih
Dalem Lumaju Agung
Dalem Panuntun
Dalem Panaekan

Akhir abad XV Masehi, penduduk Majalengka telah beragama Islam.
Beliau sebelum wafat telah menunjuk putera-puteranya untuk memerintah di daerah-daerah kekuasaannya, seperti halnya : Sunan Wanaperih memegang tampuk pemerintahan di Walagsuji;
Dalem Lumaju Agung di kawasan Maja;
Dalem Panuntun di Majalengka sedangkan putera pertamanya, Prabu Haurkuning, di Talaga yang selang kemudian di Ciamis. Kelak keturunan beliau banyak yang menjabat sebagai Bupati.
Sedangkan Dalem Panaekan dulunya dari Walangsuji kemudian berpindah-pindah menuju Riung Gunung, sukamenak, nunuk Cibodas dan Kulur.
Prabu Pucuk Umum dimakamkan di dekat Situ Sangiang Kecamatan Talaga.

Pemerintahan Sunan Wanaperih
Dimasa pemerintahan raja yang berputra 6 orang yaitu :
  1. Dalem Cageur
  2. Dalem Kulanata
  3. Apun Surawijaya atau Sunan Kidul
  4. Ratu Radeya
  5. Ratu Putri
  6. Dalem Wangsa Goparana


seluruh rakyat telah memeluk agama islam. Maka dari sinilah kerajaan yang semula dikenal luas sebagai kerajaan hindu pun berganti menjadi kerajaan islam.

Diceritakan bahwa Ratu Radeya menikah dengan Arya Sarngsingan sedangkan Ratu Putri menikah dengan putra Syech Abu Muchyi dari Pamijahan bernama Sayid Ibrahim Cipager.
Dalem Wangsa Goparana pindah ke Sagalaherang Cianjur, kelak keturunan beliau ada yang menjabat sebagai bupati seperti Bupati Wiratanudatar I di Cikundul. Sunan Wanaperih memerintah di Walangsuji, tetapi beliau digantikan oleh puteranya Apun Surawijaya, maka pusat pemerintahan kembali ke Talaga. Putera Apun Surawijaya bernama Pangeran Ciburuy atau disebut juga Sunan Ciburuy atau dikenal juga dengan sebutan Pangeran Surawijaya menikah dengan putri Cirebon bernma Ratu Raja Kertadiningrat saudara dari Panembahan Sultan Sepuh III Cirebon.

Pangeran Surawijaya dianungrahi 6 orang anak yaitu :
  1. Dipati Suwarga
  2. Mangunjaya
  3. Jaya Wirya
  4. Dipati Kusumayuda
  5. Mangun Nagara
  6. Ratu Tilarnagara


Ratu Tilarnagara menikah dengan Bupati Panjalu yang bernama Pangeran Arya Secanata yang masih keturunan Prabu Haur Kuning. Pengganti Pangeran Surawijaya ialah Dipati Suwarga menikah dengan Putri Nunuk dan berputera 2 orang, yaitu :
  1. Pangeran Dipati Wiranata
  2. Pangeran Secadilaga atau pangeran Raji


Pangeran Surawijaya wafat dan digantikan oleh Pangeran Dipati Wiranata dan setelah itu diteruskan oleh puteranya Pangeran Secanata.

Eyang Raga Sari yang menikah dengan Ratu Cirebon mengantikan Pangeran Secanata. Arya Secanata memerintah ± tahun 1962; pengaruh V.O.C. sudah terasa sekali. Hingga pada tahun-tahun tersebut pemerintahan di Talaga diharuskan pindah oleh V.O.C. ke Majalengka. Karena hal inilah terjadi penolakan sehingga terjadi perlawanan dari rakyat Talaga. Peninggalan masa tersebut masih terdapat di museum Talaga berupa pistol dan meriam. Kerajaan Hindu Terakhir di Majalengka skitar tahun 1480 (pertengahan abad XV) Mesehi, di Desa Sindangkasih 3 Km dari Kta Majalengka ke Selatan, bersemayam Ratu bernama Nyi Rambut Kasih keturunan Prabu Sliliwangi yang masih teguh memeluk Agama Hindu. Ratu masih bersaudara dengan Rarasantang, Kiansantang dan Walangsungsang, kesemuanya telah masuk Agama Islam. Adanya Ratu di daerah Majalengka adalah bermula untuk menemui saudaranya di daerah Talaga bernama Raden Munding Sariageng suami dari Ratu Mayang Karuna yang waktu itu memerintah di Talaga. Di perbatasan Majalengka - Talaga, Ratu mendengar bahwa di darah tersebut sudah masuk Islam. Sehingga mengurungkan maksudnya dan menetaplah Ratu tersebut di Sindangkasih, dengan daerahnya meliputi Sindangkasih, Kulur, Kawunghilir, Cieurih, Cicenang, Cigasong, Babakanjawa, Munjul dan Cijati. Pemerintahannya sangat baik terutama masalah pertanian yang beliau perhatikan dan juga pengairan dari Beledug-Cicurug-Munjul dibuatnya secara teratur. Kira-kira tahun 1485 putera Raden Rangga Mantri yang bernama Dalem Panungtung diperintahkan menjadi Dalem di Majalengka, yang mana membawa akibat pemerintahan Nyi Rambut Kasih terjepit oleh pengaruh Agama Islam.

Kemudian lagi pada tahun 1489 utusan Cirebon, Pangeran Muhammad dan istrinya Siti Armilah atau Gedeng Badori diperintahkan untuk mendatangi Nyi Rambut Kasih dengan maksud agar Ratu maupun Kerajaan Sindangkasih masuk Islam dan Kerajaan Sindangkasih masuk kawasan ke Kesultanan Cirebon. Nyi Rambut Kasih menolak sehingga timbul pertempuran antara pasukan Sindangkasih dengan pasukan Kesultanan Cirebon. Kerajaan Sindangkasih menyerah dan masuk Islam, sedangkan Nyi Rambut Kasih tetap memeluk agama Hindu. Mulai saat inilah ada Candra Sangkala Sindangkasih Sugih Mukti - tahun 1490.

PENGARUH SULTAN AGUNG MATARAM ABAD XVII
Tahun 1628 Tumenggung Bahureksa diperintahkan oleh Sultan Agung untuk menyerang Batavia, dengan bantuan pasukan-pasukan dari daerah-daerah manapun masalah logistiknya, juga pendirian loji-loji sebagai persediaan loistiknya di daerah Majalengka Utara, loji-loji banyak didirikan di Jatiwangi, Jatitujuh dan Ligung.
Mataram berpengaruh besar terhadap Majalengka, dimana banyak orang Mataram yang tidak sempat kembali ke tempat asalnya dan menetap di Majalengka.
Abad ke-XVII merupakan juga bagian dari pada peristiwa pertempuran Rangga Gempol yang berusaha membendung pasukan Mataram ke wilayah Priangan. Hal ini perlu diketahui bahwa wilayah Priangan akan diserahkan kepada V.O.C. (tahun 1677). Pasukan Rangga Gempol mundur ke Indramayu dan Majalengka.

Hubungan sejarah Sumedang yang menyatakan bahwa Geusan Ulun merupakan penurun para bupati Sumedang. Majalengka waktu itu masuk kekuasaan Sunan Girilaya, konon menyerahkan daerah Majalengka kepada Sunan tersebut sebagai pengganti Putri Harisbaya yang dibawa lari dari Keraton Cirebon ke Sumedang. Tahun 1684 Cirebon diserahkan Mataram kepada V.O.C. maka otomatis Majalengka masuk daerah V.O.C.

MASA PENJAJAHAN BELANDA DAN PENGHAPUSAN KEKUASAAN BUPATI ABAD XVIII
Tahun 1705, seluruh Jawa Barat masuk kekuasaan Hindia Belanda, pada tahun 1706 pemerintah kolonial menetapkan Pangeran Aria Cirebon sebagai seorang Gubernur untuk seluruh Priangan. Olehnya para bupati diberi wewenang untuk mengambil pajak dari rakyat, termasuk Majalengka bagi kepentingan upeti kepada pemerintah Belanda. Paksaan penanaman kopi di daerah Maja, Rajagaluh dan Lemahsugih mengakibatkan banyak rakyat yang jatuh kelaparan.

MAJALENGKA PADA ABAD XIX
Tidak saja tanam paksa kopi, Pemerintah Hindia Belanda pun memaksa rakyat untuk menanam lada, tebu dan tanaman lain yang laku di pasaran Eropa. Hal ini semakin menambah berat beban rakyat sehingga kesengsaraan dan kelaparan terjadi di mana-man.
Tahun 1805 terjadi pemberontakan oleh Bagus Rangin dari Bantarjati menentang Belanda. pertempuran pun pecah dengan sengitnya di daerah Pangumbahan. Pasukan Bagus Rangin yang berkekuatan ± 10.000 orang kalah dan terpaksa mengakui keunggulan Belanda. Tanggal 12 Juli 1812 Bagus Rangin menerima hukuman penggal kepala di kali Cimanuk dekat Karangsambung, sekarang beliau dinobatkan sebagai pahlawan. Waktu itu pada masa pemerintahan Gubernur Hindia Belanda Henrick Wiesel (1804-180 dan dilanjutkan oleh herman Willem Daendels (1808-1811) kemudian oleh Thomas ST Raffles (1811-1816).

Read more


Sejarah Sepak Bola Indonesia

sejarah sepak bola indonesia PSSISejarah Sepak Bola Indonesia menjadi keinginan banyak pihak untuk dibakukan sehingga publik mendapatkan informasi yang jelas, utuh, dan ilmiah. Kalau sejarah kerajaan besar di Nusantara saja dapat teridentifikasi, tapi mengapa sepak bola Indoonesia tidak juga ada kejelasan? Sayang sampai sekarang hal ini masih menjadi misteri yang tak terungkapkan.
Untuk memaparkan dan mengungkapkan sejarah Sepak Bola Indonesia di shalimow.com dilakukan dengan pencarian dengan mesin pencarianpun tak kunjung mendapat sajian informasi yang memadai. Demikian juga dengan menelusurinya melalui pustaka, mulai dari took buku sampai toko buku bekas di kawasan Senin, Jakarta tak kunjung jua mendapatkan informasi penting juga.
Sempat terfikir oleh aku bahwa jangan-jangan memang belum ada satupun dokumen yang validitasnya kuat yang mengungkap Sejarah Sepak Bola Indonesia. Atau paling tidak hasil penelitian sejarah mengenai Sejarah Sepak Bola Indonesia oleh para sejarahwan, dst. Dan ketika menuliskan artikel ini saya semakin yakin akan dugaan bahwa Sejarah lahirnya Sepak Bola Indonesia memang belum ada.
Kesulitan yang pasti terjadi adalah tidak ditemukanya dokumen sejarah seperti lazimnya peninggalan purbakala yang berupa candi, tulisan di daun lontar, alat-alat, dll. Mungkin juga karena olahraga sepakbola dianggap sebagai aktifitas sosial yang kurang penting sehingga tidak terdokumentasikan dengan baik oleh nenek moyang kita. Agak berbeda dengan beberapa peninggalan sejarah Romawi dan Eropa ynag menemukan akan aktifitas sepak bola.
Hal yang sama juga terjadi pada pencarian mengenai sejarah munculnya olahraga sepak bola dimuka bumi ini yang masih juga mengundang perdebatan. Beberapa dokumen sejarah dunia menjelaskan bahwa sepak bola lahir sejak masa Romawi, sebagian lagi menjelaskan sepak bola berasal dari negeri Tiongkok, dst.
Disisi lain Bill Muray, seorang sejarahwan sepak bola, dalam bukunya The World Game: A History of Soccer, menjelaskan bahwa permainan sepak bola sudah dikenal sejak awal Masehi, masyarakat Mesir Kuno sudah mengenal teknik membawa dan menendang bola yang terbuat dari buntalan kain linen.
Menurut pendapat saya benang kusut tentang sejarah sepakbola Indonesia bisa mulai diurai dengan meneliti dokumen sejarah Indonesia yang ada di negeri Belanda. Menurut analisa saya sejarah olahraga sepakbola ini diawali oleh pendatang dari luar negeri, bukan dari Indonesia asli. Jadi beberapa kemungkinannya adalah:
  1. Para pedagang dari negeri Tiongkok sekitar abad 7 M yang mulai masuk wilayah nusantara khususnya diwilayah kerajaan Sriwijaya. Seperti diketahui permainan masyarakat Cina abad ke-2 sampai dengan ke-3 SM sudah mengenal olah raga sejenis sepak bola yang dikenal dengan sebutan “tsu chu “.
  2. Dibawa masuk ke Indonesia oleh para pedagang dari negeri Belanda, kalau mereka awal masuknya ke Indonesia sekitar tahun 1602 M maka sepakbola lahir dari perkembangan aktifitas dagang mereka di Indonesia.
Kedua kemungkinan lahirnya sejarah sepakbola diatas dapat menjadi kebenaran atau pula menjadi kesalahan, namun tidak ada yang boleh menjustifikasi kedua hal tersebut kecuali atas dasar fakta sejarah yang kuat. Disinilah letaknya urgensi dilakukanya penelusuran sejarah sepak bola nasional Indonesia.
Kita semua berharap pemerintah melalui kementrian pemuda dan olahraga dapat juga memperhatikan akan hal ini sehingga sejarah olahraga nasional tidak kehilangan obor. Beberapa seminar sejarah atau penelitian tentang hal ini mungkin sangat urgen untuk dilakukan sehingga memberikan beberapa titik awal kejelasan sejarah lahirnya sepakbola nasional.

Read more


Sejarah Islam di Dunia



Risalah Islam dilanjutkan kembali oleh Nabi Muhammad s.a.w. di Jazirah Arab pada abad ke-7 masehi ketika Nabi Muhammad s.a.w.mendapat wahyu dari Allah s.w.t. Setelah kematian Rasullullah s.a.w. kerajaan Islam berkembang sampai Samudra Atlantik di Barat dan Asia Tengah di Timur.

Namun demikian, kemunculan kerajaan-kerajaan Islam seperti kerajaan Umayyah,kerajaan Abbasiyyah, kerajaan Seljuk/Turki Seljuk,Kekhalifahan Ottoman,Kemaharajaan Mughal,India,dan Kesultanan Melaka telah menjadi kerajaaan yang kuat dan besar di dunia. Tempat belajar ilmu yang hebat telah mewujudkan satu Tamadun Islam yang agung.Banyak ahli-ahli sains, ahli-ahli filsafat dan sebagainya muncul dari negeri-negeri Islam terutama pada Zaman Emas Islam.

Pada abad ke-18 dan ke-19 masehi, banyak kawasan-kawasan Islam jatuh ke tangan penjajah Eropa. Setelah Perang Dunia I, Kerajaan Ottoman yaitu kekaisaran Islam terakhir tumbang.

Jazirah Arab sebelum kedatangan Islam merupakan sebuah kawasan yang dilewati oleh jalur sutera. Kebanyakkan orang Bangsa Arab/Arab merupakan penyembah berhala dan ada sebagian merupakan pengikut agama Kristen dan Yahudi.Mekah ialah tempat suci bagi bangsa Arab ketika itu karana di situ terdapatnya berhala-berhala agama mereka dan juga terdapat Telaga Zamzam dan yang paling penting sekali Kaabah yang didirikan oleh Nabi Ibrahim beserta Ismail, anak beliau.

Nabi Muhammad s.a.w. dilahirkan di Mekah pada Tahun Gajah (570 atau 571 masihi). Ia merupakan seorang anak yatim sesudah ayahnya Abdullah bin Abdul Muthalib dan ibunya Aminah binti Wahab meninggal dunia. Ia dibesarkan oleh pamannya yaitu Abu Thalib. Baginda kemudiannya menikah dengan Siti Khadijah dan menjalani kehidupan yang bahagia.

Namun demikian, ketika Nabi Muhammad s.a.w. berusia lebih kurang 40 tahun, beliau didatangi oleh Malaikat Jibril a.s. Sesudah beberapa waktu beliau mengajar ajaran Islam secara tertutup kepada rekan-rekan terdekatnya yang dikenal sebagai "as-Sabiqun al-Awwalun(Orang-orang pertama yang memeluk Islam)"dan seterusnya secara terbuka kepada seluruh penduduk Mekah.

Pada tahun 622 masehi, baginda dan pengikutnya hijrah ke Madinah. Peristiwa ini disebut Hijrah. Peristiwa lain yang terjadi setelah hijrah adalah dimulainya kalender Hijrah.

Mekah dan Madinah kemudiannya berperang. Nabi Muhammad s.a.w. memenangi banyak pertempuran walaupun ada di antaranya tentera Islam yang tewas. Lama kelamaan orang-orang Islam menjadi kuat dan berhasil menaklukkan Kota Mekah. Setelah wafatnya Nabi Muhammad s.a.w., seluruh Jazirah Arab di bawah penguasaan orang Islam.

Read more


Sejarah Singkat Gerakan Pramuka Sedunia

1.       Pada awal tahun 1908 BP selalu menulis cerita pengalamanya sebagai bungkus acara latihan kepramukaan yang di rintisnya. Kumpulan tulisan itu kemudian terbit sebagai buku “SCOUTING FOR BOYS” .
2.       Kemudian di susul berdirinya Organisasi kepramukaan putri yang di beri nama GIRLS GUIDS atas bantuan Agnes, adik perempuan BP. Kemudian di teruskan oleh Ny. Boden Powell.
3.       Tahun 1916 berdiri klompok pramuka usia Siaga, yang di sebut dengan CUB(anak srigala) dgn buku The Jungle Book, berisi cerita tentang MONGLL anak didikan rimba(anak yang di pelihara oleh induk Srigala) karangan kipling sebagai cerita pembungkus kegiatan CUB tersebut.
4.       Tahun 1918 BP membentuk ROVER SCOUT(pramuka usia penegak) untuk menampung mereka yang sudah lewat usia 17th, tetapi masih senang giat di bidang kepramukaan. Tahun 1922 BP menerbitkan buku ROVERING TO SUCCESS(mengembara menuju bahagia) yang berisi petunjuk bagi pramuka penegak dalam menghadapi hidupnya, agar mencapai kebahagiaan.
5.       Tahun 1920 di selenggarakan jambore Sedunia, diantara Olympiade, London, BP telah mengundang pramuka dari 27 negara, dan pada saat itu BP di angkat sebagai bapak pandu sedunia” (Chief Scout Of The World).
a.       Th 1924 jambore II di Ermelunden, Copenhagen, Denmark.
b.      Th 1929 jambore III di Arrow Park, Birkenhead, Inggris.
c.       Th 1933 jambore IV di Godollo, Budapest, Honggaria.
d.      Th 1937 jambore V di Vogelenzang, Bluemendaal, Belanda.
e.      Th 1947 jambore VI di Misson, Prancis.
f.        Th 1951 jambore VII di Salz kamergut, Austria.
g.       Th 1955 jambore VIII di Ontario, Canada.
h.      Th 1957 jambore IX di Sutton park, Sutton Coldfild, Inggris.
i.         Th 1959 jambore X di Nakiling, Philipina.
j.        Th 1963 jambore XI di Marathon, Yunani.
k.       Th 1967 jambore XII di Idaho, Amerika Serikat.
l.         Th 1971 jambore XIII di Asagiri, Jepang.
m.    Th 1975 jambore XIV di Lillehommer, Norwegia.
n.      Th 1979 jambore  yang seharusnya di Neishaboor, Iran, tetapi di batalkan.
o.      Th 1983 jambore XV di Kananaskis, Kanada.
6.       Pada Th 1914 BP mulai menulis petunjuk untuk kursus Pembina pramuka. Rencana ini baru-baru dapat dilaksanakan mulai th 1919 dari sahabatnya yang bernama W.F. de Bois Mae Leren, BP mendapay sebidang tanah di Chingford, yang di gunakan sebagai tempat pendidikan Pembina pramuka. Tempat ini dikenal dengan nama GILWELL PARK.
7.       Sejak th 1920 di bentuk dewan internasional dengan 9 orang anggota dan biro sekretariatnya yang ada di London, Inggris.
         Pada waktu th 1958 Biro kepramukaan sedunia(putra) di pindahkan dari London ke Otawa, Canada.
         Tgl 1 Mei 1968 Biro kepramukaan sedunia(putra) di pindahkan lagi ke Geneva, di Swiss Sejak th 1920 sampai 1965 kepala Biro kepramukaan sedunia ini di pegang berturut-turut oleh HUBERT MARTIN(Inggris), Kolenel J.S. Wilson(Inggris), Mayjen D.C. Spry(Canada).
         Th 1965 D.C. Spry diganti oleh R.T. Lund dan sejak 1 Mei 1968 sampai sekarang di pegang oleh DR. Lazle Nagy sebagai sekjen.
         Biro kepramukaan sedunia(putra) hanya mempunyai 40 orang tenaga Staf, yang ada di Geneva  & di 5 kantor kawasan, yaitu Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss, dan Nigeria.
         Biro kepramukaan sedunia(puteri) sampai sekarang tetap berada di London, & juga di 5 kantor kawasan, yaitu Eropa, Asia Fasifik, Arab, Afrika, dan Amerika Latin.

 
SEJARAH SINGKAT
1.      Pemimpin-pemimpin didalam pergerakan nasional  gagasan Baden Powell, itu di ambil alih, dan di bentuk organisasi-organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik yaitu menjadi kader pergerakan  Nasional. Didirikan bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain J P O (Javaanse Padvindres Organisatie), J J P (Jong Java Vadvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitisehe  Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Vadvindery), N W (Nisbul Wathon), dan sebagainya.
2.      Adanya larangan pemerintah Hindia Belanda kepada organisasi kepanduan di luar NIPV  untuk menggunakan istilah Padvinder dan Padvindery, maka K.H. Agus Salim menggunakan istilah pandu dan kepanduan untuk menggantikan istilah asing Padvinder dan Padvindery.
3.      Pada tahun 1930 dengan adanya INPO (Indonesia Padvinders Organisatie) PK (Panduan Kesultanan) dan PPS (Pandu Pemuda Sumatra) berdiri menjadi satu organisasi  yaitu KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian terbentuklah suatu federasi yang di namakan Persatuan Antar Pandu-pandu Indonesia (PAPI) pada tahun 1931, yang kemudian berubah menjadi Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia (BPPKI) pada tahun 1930.
4.      Diwaktu penduduk Jepang (Perang Dunia 2), oleh penguasa Jepang di Indonesia organisasi kepanduan di Indonesia itu dilarang adanya. Tokoh-tokoh pandu banyak yang masuk dalam organisasi Seinendan, Keibodan & pembela Tanah Air (PETA).
5.      Sesudah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, di waktu berkobarnya perang Kemerdekaan di bentuklah organisasi kepanduan yang berbentuk Kesatuan, yaitu Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di sala, sebagai satu-satunya organisasi kepanduan di dalam wilayah Negara Revublik Indonesia.
6.      Setelah pengakuan kedaulatan maka di dalam alam Liberal, terbukalah kesempatan kepada siapapun untuk membentuk organisasi kepanduan. Berdirilah kembali organisasi lainya.
7.      Menjelang tahun 1961 Kepanduan Indonesia telah terpecah-pecah menjadi lebih dari 100 organisasi kepanduan , suatu keadaan yang terasa sangat lemah, meskipun sebagian dari pada organisasi itu terhimpun di dalam tiga federasi organisasi-organisasi kepanduan putra dan dua federasi organisasi-organisasi kepanduan putri yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, tanggal 13 september 1951), POP PINDO (Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia) pada tahun 1954, dan PKPI (Perserikatan Kepanduan Putri Indonesia).
8.      Akan tetapi kekuatan pancasila di dalam BERKINDO menantangnya, dan dengan bantuan perdana mentri Juanda, maka perjuangan mereka menghasilkan keputusan Presiden Revublik Indonesia No. 238 tahun 1961 tentang gerakan Pramuka, yang pada tanggal 20 Mei 1961 di tanda tangani oleh Ir. Juanda sebagai pejabat Presiden Revublik Indonesia, karna Presiden Soekarno sedang berkunjung ke negri Jepang.
9.      Di dalam keputusan Presiden No. 238 tahun 1961 tersebut di atas, gerakan Pramuka oleh Pemerintah di tetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah Revublik Indonesia yang di perbolehkan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan bagi anak-anak & pemuda-pemuda Indonesia, organisasi lain yang menyerupai, yang sama sifatnya dengan Gerakan Pramuka dilarang adanya.
10.  Didalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka di tetapkan bahwa dasar Gerakan Pramuka bertujuan adalah Pancasila, dan di dalam Anggaran Dasar itu di tetapkan pula bahwa Gerakan Pramuka bertujuan mendidik anak-anak & pemuda-pemuda Indonesia dengan prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang pelaksanaanya di serasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia agar supaya menjadi manusia-manusia Indonesia yang baik, dan anggota masyarakat Indonesia yang berguna bagi pembangunan bangsa dan negara.
11.  Prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan sebagaimana dirumuskan oleh Lord Baden Powell itu tetap di pegang, akan tetapi pelaksanaanya itu di rubah, yaitu di serasikan dengan keadaan dan kebutuhan Nasional di Indonesia, dengan keadaan dan kebutuhan regional di masing-masing daerah di Indonesia, bahkan juga diserasikan dengan keadaan dan kebutuhan lokal di masing-masing desa di Indonesia.
12.  Kemajuan pesat itu adalah juga berkat sistim Majelis pembingbing yang di jalan kan oleh Gerakan Pramuka pada tiap tingkat, dari tingkat nasional sampai tingkat gugus depan.
13.  Satuan-satuan karya Pramuka Taruna Bumi itu di bentuk dan di selenggarakan khusus untuk memungkinkan adanya kegiatan-kegiatan Pramuka di bidang pendidikan cinta pembangunan pertanian dan pembangunan masyarakat desa secara lebih nyata dan lebih intensip. Di samping itu ada pula satuan karya Pramuka dirgantara satuan karya Bahari, dan satuan Karya Pramuka Bhayangkara, yang menyelenggarakan kegiatan-kegiatan di bidang pendidikan cinta Dirgantara, pendidikan cinta Bahari, dan cinta ketertiban masyarakat. Satuan-satuan karya tersebut, terdiri dari Pramuka penegak (16 sampai 20 tahun) dan pramuka pendega (21 sampai 25 tahun) yang berminat. Pramuka-pramuka siaga dan Pramuka-pramuka penggalang, yaitu yang berusia 7 sampai 10 tahun dan 11 sampai 15 tahun, tidak ikut satuan-satuan karya tersebut, akan tetapi para penegak dan pendega dalam gugus depanya menjadi instruktur bagi adik-adiknya dan rekan-rekanya pramuka dalam kecakapan yang di perolehnya sebagai anggota satuan Karya yang dimaksud.
14.  Dalam rangka usaha peningkatan kecakapan, keterampilan dan bakti masyarakat Gerakan Pramuka mengadakan kerjasama denganbanyak instasi, seperti Palang Merah Indonesia, bank Indonesia (Tabanas, Tappelpram), Departemen pekerjaan Umum, Departemen P & K, Departemen Agama, dan lai-lain.

Read more

Suka Artikel ini? _- RDC BLOG -_
Like This!

Copyright 2013. Diberdayakan oleh Blogger.
_- RDC BLOG -_

Profil

Foto saya
Majalengka, Jawa Barat, Indonesia
Admin : Riezky Dathens Civilliantss Tentang : Seorang Pelajar yang Mempunyai rasa Kedisiplinan, Penuh Rasa untuk Bertanggung Jawab, Rajin, Terampil, Hemat, Cermat, Bersahaja, dan Suci dalam Pikiran-Perkataan-Perbuatan. Cita* : - GurU - Menghajikan Kedua Orang Tua

Anda Pengunjung yang ke

Followers

Time Zone

Entri Populer

Free Download SoftWare

Sekilas Berita

Berita Seputar Olahraga

Web hosting for webmasters